Photobucket
‏إظهار الرسائل ذات التسميات My book review. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات My book review. إظهار كافة الرسائل

Interaksi Pendidikan Anak dalam Alqur’an

الخميس، ١٦ أبريل ٢٠٠٩

Interaksi Pendidikan Anak dalam Alqur’an

Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Dr. Miftahul Huda, M.Ag
Penerbit : UIN Malang Press
Cetakan : Maret 2008
Tebal: xi+378
Harga : Rp. 50.000
=============================================

Buku ini memfokuskan pada: 1) tujuan dan materi pendidikan, 2) karakter pendidik dan etika anak didik, 3) metode pendidikan yang mana semuanya digali dari al-Qur'an Obyek pembahasan mengarah pada kisah-kisah yang memuat interaksi pendidikan anak, yaitu Adam, Nuh, Ibrahim, Ya'qub, Ayarkha, Hannah, Luqman Hakim, Zakariya, dan Maryam Buku wajib untuk pendidik dan orang tua ini akan memberikan pencerahan yang luar biasa dalam mendidik anak dengan pemberdayaan spritual anak didik melalui akidah dan syariah serta pemberdayaan moralitas personal dan sosial dengan berdasarkan pada al-Qur?an

Pendidikan anak dalam al-Qur’a>n ini menekankan temuan pada model interaksi pendidikan Interaksi tersebut baik secara pasif maupun aktif, monolog (searah) maupun dialogis, yang mengandung unsur komunikasi pendidik terhadap anak didik Intinya, menganalisa interaksi pendidikan orang tua terhadap anaknya yang dilakukan Adam, Nu>h}, Ibara>hi>m, Ya’qu>b, H{annah, Luqma>n, Zakariya, Ayarkha dan Maryam Hasil temuan model interaksi ini menjelaskan bagaimana pola hubungan pendidikan antara orang tua dan anak, tujuan dan materinya serta sifat masing-masing pendidik dan anak didik dalam interaksi pendidikan tersebut

Tulisan ini mengungkap sebagian fenomena historis yang didiskripsikan al-Qur’a>n melalui pendekatan interaksi Keterbatasan penulis tidak memungkinkan untuk meneliti persoalan ini secara komprehensif dari berbagai dimensi pendidikan Interaksi yang pada awalnya merupakan wilayah otoritatif ilmu sosial kemudian ditari pada kontek interaksi pendidikan itupun masih belum semuanya dibahas Oleh karenanya, karena keterbatasan kesempatan dan keterbatasan dasar keahlian penulis yang hanya takhasus pada lingkup pendidikan, maka tulisan lebih lanjut dapat meneliti interaksi pendidikan anak dalam al-Qur’a>n dengan perspektif disiplin ilmu yang lebih fariatif Misalnya dengan perspektif komunikasi pendidikan anak-orang tua, budaya interaksi anak-orang tua dan sebagainya

Tulisan ini juga mengambil kontek mikro pendidikan dengan fokus anak Dalam konteks yang lebih luas, tulisan pendidikan dapat dikembangkan ke arah makro, baik formal maupun non formal Demikian halnya, dengan menggunakan sumber, perspektif dan pendekatan yang lain


Tulisan hanya memfokuskan pada pelaku sejarah yang melakukan interaksi pendidikan terhadap anak Eksplorasi tulisan lebih lanjut juga dapat diarahkan kepada tektualitas pada ayat lain ataupun hadith dan dokumentasi kitab klasik pendidikan Islam yang memiliki relevansi dengan pendidikan anak

PERSEMBAHAN

Kepada yang terhormat

Semua manusia yang ingin

Menghormati dengan

Memanusiakan dirinya


KATA PENGANTAR

Puji dan sukur kepada Allah atas segala rahmat dan kemudahan dalam penyelesaian buku yang berjudul “Model Interaksi Pendidikan Anak dalam al-Qur’a>n”. judul buku ini sangat berat, karena melalui perspektif interaksi -sebagai bagian ilmu sosial- diharapkan dapat menemukan model interaksi pendidikan anak yang terdapat dalam al-Qur’a>n.


Sebagaimana dimaklumi, suatu keniscayaan untuk mempersiapkan anak-anak sebagai generasi mendatang yang tangguh dalam keimanan dan luhur dalam peradaban। Hal ini mengokohkan idiologi pendidikan sebagai agen transformasi of knowledge menuju kehidupan yang berbudaya। Tidak ada kemajuan yang signifikan tanpa melalui jasa pendidikan. Relevansinya, landasan filosofis pendidikan anak yang digali dari sumber Islam –utamanya al-Qur’an- perlu dikemukakan.


Buku “Model interaksi pendidikan anak dalam al-Qur’a>n” ini memfokuskan pada tujuan dan materi pendidikan, karakter pendidik dan etika anak didik, dan metode pendidikan yang digali dari al-Qur’a>n। Obyek pembahasan mengarah pada kisah-kisah yang memuat interaksi pendidikan anak, yaitu Adam, Nu>h}, Ibra>hi>m, Ya’qu>b, Ayarkha, Hannah, Luqma>n H{aki>m, Zakariya, dan Maryam. Judul buku ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal diantaranya: 1) persoalan konsep pendidikan anak dalam masyarakat muslim didominasi oleh pemikiran pakar pendidikan barat, 2) fakta akademik pendidikan tingkat dasar yang memprihatinkan, 3) fakta empirik “krisis pendidikan anak, dan 4) al-Qur’a>n memuat dasar-dasar interaksi pendidikan anak.


Kemasan buku ini mengarah kepada Library Research, menggunakan frame tafsir dengan pendekatan mawd}u>’i> (tematis permasalahan) dan tah}li>li> (analitik). Tafsir digunakan untuk menggali kandungan makna ayat secara komprehensif dengan adaptasi dari mawd}u>’i> dan tah}li>li. Generalisasi makna yang dihasilkan dari tafsir mawd}u>’i> dan tah}li>li> dianalisa dengan perspektif interaksi pendidikan anak. Stressing buku ini berupa konsep tujuan pendidikan anak dan materinya, karakter pendidik, etika anak didik, serta model interaksi pendidikannya।


Hasil ekplorasi buku ini menunjukkan bahwa: 1) Pendidikan anak dalam al-Qur’a>n bertujuan untuk pemberdayaan spiritual anak didik melalui pendidikan akidah dan syari’ah, serta pemberdayaan moralitas personal dan sosial melalui pendidikan akhlak. Untuk tujuan tersebut, maka materi pendidikan anak meliputi materi pendidikan prenatal dan postnatal. 2) Pendidik anak memiliki karakter dasar bijak, sabar, demokratis, memahami kejiwaan anak, dan intuitif (mendapat bimbingan ilahi)। Sifat anak didik digambarkan dengan assosiatif, patuh, komunikatif dan kritis sehingga mendukung keberhasilan pendidikan. 3) Model interaksi terdiri dari tiga model yaitu: assosiatif, disassosiatif dan disassosiatif-assosiatif (gabungan antara keduanya). Model assosiatif paling efektif dalam pencapaian tujuan pendidikan karena terjadi sinergi antara pendidik dan anak didik.


Dalam kerangka penyelesaian buku ini –yang pada mulanya adalah disertasi, penulis menyadari kontribusi berbagai pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu baik secara moril maupun materiil. Oleh karenanya, penulis menyampaikan apresiasi dan penghormatan sebesar-besarnya kepada yang terhormat: 1) Prof. DR. H. M. Ridlwan Nasir, MA, selaku Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus sebagai advisor akademik selama menjadi peserta program S-3 di pascasarjana. 2) Prof. DR. H. Ahmad Zahro, MA, selaku Direktur PPS IAIN Sunan Ampel Surabaya atas bimbingan dan layanan akademik. 3) Prof. DR. H. Imam Bawani, MA selaku Promotor yang telah membimbing peneliti secara intensif khususnya dalam perspektif pendidikan anak. 4) Prof. DR. H. M. Roem Rowi, MA selaku Ko-Promotor yang telah membimbing peneliti khususnya dalam perspektif tafsir al-Qur’a>n. 5) Prof. DR. H. Imam Suprayogo selaku Rektor UIN Malang yang telah memberi kesempatan dan dukungan studi S-3 sampai selesai. 6) Prof. DR. H. Muhaimin, MA, Prof. DR. H. Imam Muchlas, MA, dan Prof. DR. Dimyati, MA selaku dosen pengampu Mata Kuliah Penunjang Disertasi. 7) UIN Malang Press yang telah membantu penerbitan naskah ini. Dan semua pihak yang telah membantu penulis.

Penulis berusaha semaksimal mungking demi kualitas buku ini. Namun jika ada keterbatasan dalam aspek sistematika, alur pemikiran, analisa dan pembahasan, ataupun lainnya, peneliti mengharapkan koreksi, saran dan kritik konstruktif dari para pembaca yang budiman. Pada akhirnya, semoga buku ini bermanfaat.

Malang, Maret 2008

Penulis,

Miftahul Huda


DAFTAR ISI

COVER..................................................................................................................... i

PERSEMBAHAN..................................................................................................... ii

KATA PENGANTAR.............................................................................................. iii

DAFTAR ISI............................................................................................................. vi

DAFTAR TABEL..................................................................................................... viii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.................................................................................... 1

B. Telaah Pustaka.................................................................................... 16

BAB II... INTERAKSI PENDIDIKAN ANAK (Telaah Teoritik)

A. Interaksi Dalam Perspektif Sosial....................................................... 22

1. Ruang lingkup interaksi................................................................. 22

2. Unsur dasar dan media interaksi.................................................... 33

3. Bentuk dan ciri interaksi............................................................... 35

B. Interaksi dalam Perspektif Pendidikan Anak...................................... 36

1. Pengertian interaksi pendidikan.................................................... 36

2. Peran pendidik dalam interaksi pendidikan................................... 37

3. Komponen, ciri dan pola interaksi pendidikan.............................. 38

C. Interaksi Pendidikan Anak Dalam al-Qur’a>n...................................... 30

1. Telaah etimologi pendidikan anak dalam al-Qur’a>n...................... 30

2. Kawasan interaksi pendidikan anak dalam al-Qur’a>n................... 34

BAB III PENAFSIRAN AYAT-AYAT INTERAKSI PENDIDIKAN ANAK

A. Nabi Adam as, Qa>bil dan Ha>bil ........................................................ 40

B. Nabi Nu>h} as. dan Kan’a>n................................................................... 59

C. Nabi Ibra>hi>m as. dan Nabi Isma>’i>l as................................................. 72

D. Nabi Ya'ku>b as. dan Nabi Yu>suf as................................................... 83

E. Nabi Ya'ku>b as. dan Saudara-saudara Nabi Yu>suf as........................ 93

F. Ayarkha, Asiyah dan Nabi Musa as.................................................. 121

G. Luqma>n Haki>m dan Th}ara>n............................................................... 140

H. H{annah, Nabi Zakaria as. dan Maryam ............................................ 184

I. Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as................................................. 196

J. Maryam dan Nabi I................................................................... 211

BAB IV MODEL INTERAKSI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’A

A. Tujuan Dan Materi Pendidikan......................................................... 223

B. Karakter Pendidik Dan Etika Anak Didik........................................ 231

C. Model Interaksi Pendidikan............................................................... 241

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan........................................................................................ 268

B. Implikasi Teoritik.............................................................................. 269

BAB VI PENUTUP……………………………………………………………277

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 279

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................... 284

DAFTAR TABEL

TABEL 2. 1: TEORI INTERAKSI DALAM PERSPEKTIF SOSIAL.................. 26

TABEL 2. 2: TEORI INTERAKSI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN....... 29

TABEL 4.1: MATERI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’A<<<>N 280

TABEL 4.2: KARAKTER PENDIDIK DAN ETIKA ANAK DIDIK DALAM AL-QUR’A<<>N 293

TABEL 4.3: METODE PENDIDIKAN ANAK ANAK DALAM AL-QUR’A<>N........... 298

TABEL 4.4: TEMUAN MODEL INTERAKSI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’A>N 317

B A B VI

PENUTUP

Pendidikan anak dalam al-Qur’a>n ini menekankan temuan pada model interaksi pendidikan. Tulisan hanya memfokuskan pada pelaku sejarah yang melakukan interaksi pendidikan terhadap anak. Interaksi tersebut baik secara pasif maupun aktif, monolog (searah) maupun dialogis, yang mengandung unsur komunikasi pendidik terhadap anak didik. Intinya, menganalisa interaksi pendidikan orang tua terhadap anaknya yang dilakukan Adam, Nu>h}, Ibara>hi>m, Ya’qu>b, H{annah, Luqma>n, Zakariya, Ayarkha dan Maryam. Hasil temuan model interaksi ini menjelaskan bagaimana pola hubungan pendidikan antara orang tua dan anak, tujuan dan materinya serta sifat masing-masing pendidik dan anak didik dalam interaksi pendidikan tersebut.

Tulisan ini hanya mengungkap sebagian fenomena historis yang didiskripsikan al-Qur’a>n melalui pendekatan interaksi. Keterbatasan penulis tidak memungkinkan untuk meneliti persoalan ini secara komprehensif dari berbagai dimensi pendidikan. Interaksi yang pada awalnya merupakan wilayah otoritatif ilmu sosial kemudian ditari pada kontek interaksi pendidikan itupun masih belum semuanya dibahas. Oleh karenanya, karena keterbatasan kesempatan dan keterbatasan dasar keahlian penulis yang hanya takhasus pada lingkup pendidikan, maka tulisan lebih lanjut dapat meneliti interaksi pendidikan anak dalam al-Qur’a>n dengan perspektif disiplin ilmu yang lebih fariatif. Misalnya dengan perspektif komunikasi pendidikan anak-orang tua, budaya interaksi anak-orang tua dan sebagainya.

Tulisan ini juga hanya mengambil kontek mikro pendidikan dengan fokus anak. Dalam konteks yang lebih luas, tulisan pendidikan dapat dikembangkan ke arah makro, baik formal maupun non formal. Demikian halnya, dengan menggunakan sumber, perspektif dan pendekatan yang lain. Eksplorasi tulisan lebih lanjut juga dapat diarahkan kepada tektualitas pada ayat lain ataupun hadith dan dokumentasi kitab klasik pendidikan Islam yang memiliki relevansi dengan pendidikan anak.

Mempertimbangkan hasil tulisan model interaksi pendidikan anak dalam al-Qur’a>n ini, maka penulis menyarankan:

1. Seyogyanya para pengambil kebijakan dan pelaku pendidikan formal pada tingkat dasar, dan menengah meningkatkan pemahaman tentang konsep-konsep pendidikan anak khususnya aspek model interaksi, karena model interaksi menjelaskan bagaimana efektifitas pendidikan diajarkan pada anak didik.

2. Semestinya para orang tua dan pelaku pendidikan non formal mengembangkan interaksi pendidikan yang dialogis dan humanis dengan mempertimbangkan kejiwaan anak, sekaligus menghindari kekerasan dalam pendidikan.

3. Selayaknya -khususnya Fakultas Tarbiyah di lingkunganUIN, IAIN ataupun PTAIN lainya- mengembangkan program studi yang berkonsentrasi pada pendidikan anak semisal PGTK/ PGMI yang memberikan spesialisasi kajian pada pendidikan tingkat dasar.



selamat membaca dan memiliki...

Read More.. Read more...

Nalar Pendidikan Anak


Nalar Pendidikan anak


Category :

Books

Genre :

Childrens Books

Author :

Dr. Miftahul Huda, M. Ag

Penerbit :

Bayutara Media Jogjakarta 2008

Harga :

40.000




Tema buku ini dilatarbelakangi oleh: 1) persoalan epistemologi pendidikan anak dalam masyarakat muslim didominasi oleh pemikiran pakar pendidikan barat, 2) fakta akademik pendidikan tingkat dasar yang memprihatinkan, 3) fakta empirik “krisis pendidikan anak, dan 4) al-Qur’a>n memuat dasar-dasar filosofis dan praktis pendidikan anak.

Secara historis, al-Qur’an> diantara isinya mengabadikan berbagai fenomena kehidupan - termasuk di dalamnya adalah kehidupan manusia- untuk dijadikan ‘ibrah bagi kehidupan manusia itu sendiri. Fakta-fakta historis pendidikan keluarga banyak sekali dituangkan dalam rekaman ayat dalam berbagai surat di dalam al-Qur’a>n. Beberapa di antarnya memilki relefansi dengan proses pembentukan keilmuan pendidikan (baca epistemologi), semisal pendidikan yang dilakukan oleh Luqman al-Hakim, nabi Nuh as., nabi Ibrahim as., nabi Ya’qub as., dan Maryam. Tokoh-tokoh tersebut telah memainkan peran penting dalam interaksi pendidikan dalam lingkup keluarga, yakni pendidikan dilakukan terhadap anaknya.

Profil Luqman Hakim secara epistemologis menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tertumpu kepada pendidik yang memiliki kompetensi hikmah. Hikmah tidak saja difahami sebagai pendidik yang bijaksana saja, tetapi juga ada kesesuaian antara kata hati nurani yang bersih dan prilaku yang benar. Kesatuan kata dan prilaku menggambarkan betapa pendidik merupakan figure ideal yang patut dicontoh pikirann, perkataan dan perbuatannya. Pendidikan tidak cukum hanya mengarah pada pemberdayaan kognitif saja, tetapi juga afektif dan psikomotor. Ketajaman dan kecerdasan berfikir anak didik menjadi pintu utama untuk melahirkan sikap dan prilaku yang benar. Dengan kata lain, tujuan utama pendidikan yaitu kebenaran sikap dan prilaku yang didasarkan atas cara logika dan cara berfikir yanag benar pula.

Profil nabi Nuh as. dalam nalar epistemology menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan langsung antara nasab dan nasib keilmuan anak. Secara geneologi, pendidikan tidak bisa dan tidak terbiasa untuk diwariskan melalu jalur keturunan secara berkelanjutan. Kelahiran boleh saja mengikat seseorang dalam tali persaudaraan hubungan darah, tetapi tidak dalam hubungan warisan keilmuan secara otomatis. Oleh karena itu setiap anak yang lahir pasti dalam keadaan fitrah, yakni kosong dari segala potensi bawaan. Bayi sikaya sama fitrah-nya dengan bayi simiskin, pun demikian pula antara bayi sialim dengan bayi sibodoh. Hal ini menjadikan idiologi pendidikan sebagai agent of change bagi peradaban manusia.

Nabi Ibrahim mengandaikan epistemologi pendidikan demokratis. Pendidikan hadir dalam proses interaksi yang humanis dan dialogis, sehingga terbebas dari tindak otoritatip sang pendidik. Anak didik dijadikan “mitra agency” dalam menentukan kebenaran sebuah prilaku. Signifikansinya, rumusan materi dan tujuan pendidikan tidak saja didasarkan pada interest pendidik untuk menggapainya, tetapi juga mempertimbangkan keinginan anak didik. Anak didik diberi porsi secara proporsional untuk terlibat mendesain kebenaran pendidikan. Hal inilah yang ditunjukkan dalam interaksi Ibrahaim as terhadap Ismail dalam proses penawaran risalah tuhan untuk tugas penyembelihan.

Epistemologi problem solving dalam pendidikan ditafsirkan dari narasi interaksi dalam keluarga nabi Ya’qub as. pendidikan hadir dalam upaya memecahkan permasalahn yang dihadapi oleh anak didik. Dalam hal ini mengandaikan bahwa hidup dipandang secara problematik yang memerlukan solusi bijak bagi anak manusia. Pada gilirannya bagaimana kontribusi pendidikan mampu mengatasi problematika kehidupan yang dihadapi oleh anak manusia dari setiap fase kehidupannya mulai dari sejak lahir, dewasa bahkan sampai tua. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan mampu membangun prestasi individu peserta didik dalam memecahkan permasalah hidupnya, dan bukan sebaliknya menjadi beban bagi peserta didik karena memiliki kompetensi keilmuan yang tidak membantu dalam penyelesaian kehidupannya.

Pendidikan “kodrati” dinalar dari peristiwa kehidupan nabi Isa as. Isa as. diwaktu kecil mampu menghadirkan fakta kebenaran sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh ibunya Maryam. Ketika itu, Maryam profil wanita salehah itu dikejutkan dengan kehadiran malaikat yang membawa perintah Allah akan kelahiran Isa dari rahimnya tanpa proses manusiawi, yakni tanpa suami. Kelahiran Isa yang dijanjikan itulah jenyebabkan kekacauan dimasyarakat, sehingga kaumnya menuduh Maryam telah melakukan przinaan. Atas peristiwa itu, hinaan dan tekanan yang dihadapi Maryam dirasa di luar batas untuk menerimanya, pada akhirnya Isa menghadirkan kebenaran baru yang membuktikan bahwa ibunuya tidak melakkukan apa yang mereka tuduhkan. Di sinilah terlihat bahwa sumber pendidikan bukunlah otoritas subyektif, melainkan otoritas obyektif yang mampu menenghadirkan fakta kebenaran sejati. Bisa jadi akumulasi fakta subyektifitas pendidikan secara komunal menjustifikasi obyektifitas pendidikan.

Hasil ekplorasi tulisan ini menunjukkan beberapa poin berikut: 1) Kontruksi epistemologi pendidikan anak dipengaruhi oleh sosio-kultural. Pendidikan anak terjadi sebagai problem solving permasalahan yang dihadapi oleh anak didik dan atau pendidik dalam interaksinya dengan anak didik. 2) Materi pendidikan anak meliputi aspek akidah, syari’ah dan akhlak. 3) Tujuan pendidikan anak untuk penanaman spiritual dan pemberdayaan intelektual serta emosional. 4) Pendidik anak memiliki kompetensi dasar bijak, sabar, demokratis, psikolog, dan intuitif. 5) Sifat patuh, komunikatif dan kritis anak didik mendukung keberhasilan pendidikan. 6) Efektifitas interaksi pendidikan menggunakan metode dialogis dan komunikatif dengan mempertimbangkan emosional anak didik.



DAFTAR ISI

PERSEMBAHAN .................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii

TRANSLITERASI.................................................................................................... xii

DAFTAR ISI............................................................................................................. xiii

DAFTAR TABEL..................................................................................................... ix

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.................................................................................... 1

B. Teoritical Mapping Pendidikan Anak................................................ 15

BAB II... PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ANAK

A. Spektrum Epistemologi...................................................................... 31

1. Pengertian, Fungsi dan Tujuan...................................................... 31

2. Ragam Epistemologi dalam Keilmuan.......................................... 37

B. Epistemologi dan Pendidikan............................................................. 39

1. Dominasi Pendekatan Epistemologi Barat.................................... 39

2. Kawasan Epistemologi Pendidikan Islam..................................... 42

3. Metode Epistemologi Pendidikan Islam........................................ 45

C. Implikasi Filsafat Ilmu Dalam Pendidikan Islam................................ 46

1. Ontologi Pendidikan Islam............................................................ 50

2. Epistemologi Pendidikan Islam..................................................... 51

3. Aksiologi Pendidikan Islam........................................................... 58

D. Urgensi Pendidikan Anak................................................................... 59

1. Preodisasi Pendidikan Anak.......................................................... 60

2. Potensi Keagamaan Anak.............................................................. 63

3. Tipologi Filsafat Pendidikan Anak............................................... 65

4. Pendidikan Anak Dalam Al-Qur’a>n Dan Al-Hadith..................... 70

5. Pendidikan Anak Dalam Pandangan Ulama.................................. 74

E. Epistemologi Pendidikan Anak dalam Al-Qur’a>n.............................. 80

F. Cara Kerja Penelitian Epistemologi Pendidikan Anak Dalam Al-Qur’a>n 87

BAB III HISTORISITAS PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN

A. Luqma>n H}aki>m dan anaknya ............................................................ 94

B. Nabi Nu>h} as. dan Kan’a>n................................................................... 144

C. Nabi Ibra>hi>m as dan Isma>’i>l as........................................................... 160

D. Nabi Ya'ku>b as dan Yu>suf as............................................................. 173

E. Maryam dan I............................................................................ 185

BAB IV NALAR EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN

A. Tujuan dan materi pendidikan........................................................... 200

B. Metode pendidikan............................................................................ 204

C. Karakter pendidik dan Etika Anak Didik......................................... 206

D. Kontruksi Epistemologi Pendidikan Anak dalam Al-Qur’a>n........... 213

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan........................................................................................ 226

B. Implikasi Teoritik.............................................................................. 227

C. Keterbatasan Studi ............................................................................ 234

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 236

BIOGRAFI PENULIS ......................................................................................... 240

DAFTAR TABEL

TABEL 2. 1: RUANG LINGKUP EPISTEMOLOGI............................................ 33

TABEL 2. 2: POSISI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN...................................... 34

TABEL 2. 3: PENGETAHUAN MANUSIA......................................................... 39

TABEL 2. 4: EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN BARAT: KELEBIHAN DAN KEKURANGAN 41

TABEL 2. 5: KAWASAN EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM.................. 44

TABEL 2. 6: METODE EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM ..................... 46

TABEL 2. 7: POSISI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’A>N ........... 46

TABEL 4. 1: MATERI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’A<<<>N 203

TABEL 4. 2: METODE PENDIDIKAN................................................................. 206

TABEL 4. 3: INTERAKSI PENDIDIKAN........................................................... 207

TABEL 4. 4: KOMPETENSI PENDIDIK DAN ETIKA ANAK DIDIK............. 212

TABEL 4. 5: TEKTUALISASI KONTEK PENDIDIKAN................................... 216

TABEL 4. 6: KONTRUKSI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’A>N 225


selamat membaca dan memiliki..


Read More.. Read more...

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP