Nalar Pendidikan Anak

الخميس، 20 ربيع الآخر، 1430 هـ


Nalar Pendidikan anak


Category :

Books

Genre :

Childrens Books

Author :

Dr. Miftahul Huda, M. Ag

Penerbit :

Bayutara Media Jogjakarta 2008

Harga :

40.000




Tema buku ini dilatarbelakangi oleh: 1) persoalan epistemologi pendidikan anak dalam masyarakat muslim didominasi oleh pemikiran pakar pendidikan barat, 2) fakta akademik pendidikan tingkat dasar yang memprihatinkan, 3) fakta empirik “krisis pendidikan anak, dan 4) al-Qur’a>n memuat dasar-dasar filosofis dan praktis pendidikan anak.

Secara historis, al-Qur’an> diantara isinya mengabadikan berbagai fenomena kehidupan - termasuk di dalamnya adalah kehidupan manusia- untuk dijadikan ‘ibrah bagi kehidupan manusia itu sendiri. Fakta-fakta historis pendidikan keluarga banyak sekali dituangkan dalam rekaman ayat dalam berbagai surat di dalam al-Qur’a>n. Beberapa di antarnya memilki relefansi dengan proses pembentukan keilmuan pendidikan (baca epistemologi), semisal pendidikan yang dilakukan oleh Luqman al-Hakim, nabi Nuh as., nabi Ibrahim as., nabi Ya’qub as., dan Maryam. Tokoh-tokoh tersebut telah memainkan peran penting dalam interaksi pendidikan dalam lingkup keluarga, yakni pendidikan dilakukan terhadap anaknya.

Profil Luqman Hakim secara epistemologis menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tertumpu kepada pendidik yang memiliki kompetensi hikmah. Hikmah tidak saja difahami sebagai pendidik yang bijaksana saja, tetapi juga ada kesesuaian antara kata hati nurani yang bersih dan prilaku yang benar. Kesatuan kata dan prilaku menggambarkan betapa pendidik merupakan figure ideal yang patut dicontoh pikirann, perkataan dan perbuatannya. Pendidikan tidak cukum hanya mengarah pada pemberdayaan kognitif saja, tetapi juga afektif dan psikomotor. Ketajaman dan kecerdasan berfikir anak didik menjadi pintu utama untuk melahirkan sikap dan prilaku yang benar. Dengan kata lain, tujuan utama pendidikan yaitu kebenaran sikap dan prilaku yang didasarkan atas cara logika dan cara berfikir yanag benar pula.

Profil nabi Nuh as. dalam nalar epistemology menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan langsung antara nasab dan nasib keilmuan anak. Secara geneologi, pendidikan tidak bisa dan tidak terbiasa untuk diwariskan melalu jalur keturunan secara berkelanjutan. Kelahiran boleh saja mengikat seseorang dalam tali persaudaraan hubungan darah, tetapi tidak dalam hubungan warisan keilmuan secara otomatis. Oleh karena itu setiap anak yang lahir pasti dalam keadaan fitrah, yakni kosong dari segala potensi bawaan. Bayi sikaya sama fitrah-nya dengan bayi simiskin, pun demikian pula antara bayi sialim dengan bayi sibodoh. Hal ini menjadikan idiologi pendidikan sebagai agent of change bagi peradaban manusia.

Nabi Ibrahim mengandaikan epistemologi pendidikan demokratis. Pendidikan hadir dalam proses interaksi yang humanis dan dialogis, sehingga terbebas dari tindak otoritatip sang pendidik. Anak didik dijadikan “mitra agency” dalam menentukan kebenaran sebuah prilaku. Signifikansinya, rumusan materi dan tujuan pendidikan tidak saja didasarkan pada interest pendidik untuk menggapainya, tetapi juga mempertimbangkan keinginan anak didik. Anak didik diberi porsi secara proporsional untuk terlibat mendesain kebenaran pendidikan. Hal inilah yang ditunjukkan dalam interaksi Ibrahaim as terhadap Ismail dalam proses penawaran risalah tuhan untuk tugas penyembelihan.

Epistemologi problem solving dalam pendidikan ditafsirkan dari narasi interaksi dalam keluarga nabi Ya’qub as. pendidikan hadir dalam upaya memecahkan permasalahn yang dihadapi oleh anak didik. Dalam hal ini mengandaikan bahwa hidup dipandang secara problematik yang memerlukan solusi bijak bagi anak manusia. Pada gilirannya bagaimana kontribusi pendidikan mampu mengatasi problematika kehidupan yang dihadapi oleh anak manusia dari setiap fase kehidupannya mulai dari sejak lahir, dewasa bahkan sampai tua. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan mampu membangun prestasi individu peserta didik dalam memecahkan permasalah hidupnya, dan bukan sebaliknya menjadi beban bagi peserta didik karena memiliki kompetensi keilmuan yang tidak membantu dalam penyelesaian kehidupannya.

Pendidikan “kodrati” dinalar dari peristiwa kehidupan nabi Isa as. Isa as. diwaktu kecil mampu menghadirkan fakta kebenaran sebagai jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh ibunya Maryam. Ketika itu, Maryam profil wanita salehah itu dikejutkan dengan kehadiran malaikat yang membawa perintah Allah akan kelahiran Isa dari rahimnya tanpa proses manusiawi, yakni tanpa suami. Kelahiran Isa yang dijanjikan itulah jenyebabkan kekacauan dimasyarakat, sehingga kaumnya menuduh Maryam telah melakukan przinaan. Atas peristiwa itu, hinaan dan tekanan yang dihadapi Maryam dirasa di luar batas untuk menerimanya, pada akhirnya Isa menghadirkan kebenaran baru yang membuktikan bahwa ibunuya tidak melakkukan apa yang mereka tuduhkan. Di sinilah terlihat bahwa sumber pendidikan bukunlah otoritas subyektif, melainkan otoritas obyektif yang mampu menenghadirkan fakta kebenaran sejati. Bisa jadi akumulasi fakta subyektifitas pendidikan secara komunal menjustifikasi obyektifitas pendidikan.

Hasil ekplorasi tulisan ini menunjukkan beberapa poin berikut: 1) Kontruksi epistemologi pendidikan anak dipengaruhi oleh sosio-kultural. Pendidikan anak terjadi sebagai problem solving permasalahan yang dihadapi oleh anak didik dan atau pendidik dalam interaksinya dengan anak didik. 2) Materi pendidikan anak meliputi aspek akidah, syari’ah dan akhlak. 3) Tujuan pendidikan anak untuk penanaman spiritual dan pemberdayaan intelektual serta emosional. 4) Pendidik anak memiliki kompetensi dasar bijak, sabar, demokratis, psikolog, dan intuitif. 5) Sifat patuh, komunikatif dan kritis anak didik mendukung keberhasilan pendidikan. 6) Efektifitas interaksi pendidikan menggunakan metode dialogis dan komunikatif dengan mempertimbangkan emosional anak didik.



DAFTAR ISI

PERSEMBAHAN .................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii

TRANSLITERASI.................................................................................................... xii

DAFTAR ISI............................................................................................................. xiii

DAFTAR TABEL..................................................................................................... ix

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.................................................................................... 1

B. Teoritical Mapping Pendidikan Anak................................................ 15

BAB II... PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ANAK

A. Spektrum Epistemologi...................................................................... 31

1. Pengertian, Fungsi dan Tujuan...................................................... 31

2. Ragam Epistemologi dalam Keilmuan.......................................... 37

B. Epistemologi dan Pendidikan............................................................. 39

1. Dominasi Pendekatan Epistemologi Barat.................................... 39

2. Kawasan Epistemologi Pendidikan Islam..................................... 42

3. Metode Epistemologi Pendidikan Islam........................................ 45

C. Implikasi Filsafat Ilmu Dalam Pendidikan Islam................................ 46

1. Ontologi Pendidikan Islam............................................................ 50

2. Epistemologi Pendidikan Islam..................................................... 51

3. Aksiologi Pendidikan Islam........................................................... 58

D. Urgensi Pendidikan Anak................................................................... 59

1. Preodisasi Pendidikan Anak.......................................................... 60

2. Potensi Keagamaan Anak.............................................................. 63

3. Tipologi Filsafat Pendidikan Anak............................................... 65

4. Pendidikan Anak Dalam Al-Qur’a>n Dan Al-Hadith..................... 70

5. Pendidikan Anak Dalam Pandangan Ulama.................................. 74

E. Epistemologi Pendidikan Anak dalam Al-Qur’a>n.............................. 80

F. Cara Kerja Penelitian Epistemologi Pendidikan Anak Dalam Al-Qur’a>n 87

BAB III HISTORISITAS PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN

A. Luqma>n H}aki>m dan anaknya ............................................................ 94

B. Nabi Nu>h} as. dan Kan’a>n................................................................... 144

C. Nabi Ibra>hi>m as dan Isma>’i>l as........................................................... 160

D. Nabi Ya'ku>b as dan Yu>suf as............................................................. 173

E. Maryam dan I............................................................................ 185

BAB IV NALAR EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN

A. Tujuan dan materi pendidikan........................................................... 200

B. Metode pendidikan............................................................................ 204

C. Karakter pendidik dan Etika Anak Didik......................................... 206

D. Kontruksi Epistemologi Pendidikan Anak dalam Al-Qur’a>n........... 213

BAB V KESIMPULAN

A. Kesimpulan........................................................................................ 226

B. Implikasi Teoritik.............................................................................. 227

C. Keterbatasan Studi ............................................................................ 234

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 236

BIOGRAFI PENULIS ......................................................................................... 240

DAFTAR TABEL

TABEL 2. 1: RUANG LINGKUP EPISTEMOLOGI............................................ 33

TABEL 2. 2: POSISI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN...................................... 34

TABEL 2. 3: PENGETAHUAN MANUSIA......................................................... 39

TABEL 2. 4: EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN BARAT: KELEBIHAN DAN KEKURANGAN 41

TABEL 2. 5: KAWASAN EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM.................. 44

TABEL 2. 6: METODE EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM ..................... 46

TABEL 2. 7: POSISI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’A>N ........... 46

TABEL 4. 1: MATERI DAN TUJUAN PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’A<<<>N 203

TABEL 4. 2: METODE PENDIDIKAN................................................................. 206

TABEL 4. 3: INTERAKSI PENDIDIKAN........................................................... 207

TABEL 4. 4: KOMPETENSI PENDIDIK DAN ETIKA ANAK DIDIK............. 212

TABEL 4. 5: TEKTUALISASI KONTEK PENDIDIKAN................................... 216

TABEL 4. 6: KONTRUKSI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’A>N 225


selamat membaca dan memiliki..


0 komentar:

إرسال تعليق

Comment here

My Famly

About This Blog

My Activity

Blog Archive

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP